COMPUTERIZED TAX SYSTEM


APLIKASI PAJAK
FORMAT TERBARU 2012  
                              
Info Pemesanan Aplikasi SPT Masa klik DISINI, Aplikasi SPT Tahunan klik DISINI


PRODUK E-BOOK DAN APLIKASI PAJAK (2012)

                                            
Info Pembelian Klik DISINI                AAAAAAAA        Info Pembelian Klik DISINI


                                            
Info Pembelian Klik DISINI                AAAAAAAA        Info Pembelian Klik DISINI



.




--



Sebagai rasa terima kasih kami atas kunjungan anda ke website PAJAK KITA, kami menyediakan E-BOOK PPH UMUM edisi 2009/2010 Gratis untuk anda.

Silahkan isi nama, alamat e-mail anda dan pesan pada form di bawah ini, kami akan segera mengirimkan link download ke alamat e-mail anda.

FORM KONTAK / PESAN

Nama :
Email :
Pesan :

PAJAK KITA DIDUKUNG OLEH :

                           
                       

Ingin Logo Perusahaan Anda Tampil Disini...
Info Donasi & Dukungan Klik DISINI

Home � Tata Cara Dan Penghitungan PPh Pasal 21

Tata Cara Dan Penghitungan PPh Pasal 21






Pegawai Tetap menerima penghasilan teratur.
1. Menghitung besarnya penghasilan bruto teratur sebulan yg diperkenankan, meliputi :

  • Gaji Pokok.
  • Semua tunjangan-tunjangan.
  • Premi asuransi yang dibayar pemberi kerja.
2. Menghitung penghasilan netto sebulan dgn cara mengurangkan penghasilan bruto dgn :

  • Biaya jabatan, sebagai fasilitas pengurang penghasilan bruto yang diberikan kepada pegawai tetap. Besarnya biaya jabatan adalah 5% (lima persen) dari penghasilan bruto setinggi-tingginya Rp1.296.000,00 (satu juta dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah) setahun atau Rp 108.000,00 ( seratus delan ribu rupiah) sebulan.
  • Iuran yang terikat pada gaji yang dibayar sendiri oleh pegawai kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, atau badan penyelenggara Tabungan Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua (THT) yang dipersamakan dengan dana pensiun.
3. Untuk memperoleh penghasilan netto setahun, dengan cara penghasilan netto sebulan dikalikan 12 atau banyaknya bulan sejak pegawai yang bersangkutan mulai bekerja sampai dengan bulan Desember.

4. Menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan cara penghasilan netto setahun dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Besarnya PTKP adalah :
- Rp. 13.200.000 untuk diri pegawai.
- Rp. 1.200.000 tambahan untuk pegawai yang kawin.
- Rp. 1.200.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 (tiga) orang.

5. Menghitung PPh. Pasal 21 setahun, dengan cara Penghasilan Kena Pajak (PKP) dikalikan tarif PPh. Pasal 17. ( untuk keperluan penerapan tarif, Penghasilan Kena Pajak dibulatkan kebawah dalam angka ribuan penuh)

6. Menghitung PPh. Pasal 21 sebulan, dengan cara PPh. Pasal 21 setahun dibagi 12 atau banyaknya bulan pegawai yang bersangkutan bekerja.

Contoh : (Pegawai menerima penghasilan teratur dari awal tahun pajak)
Basuki status kawin belum mempunyai anak, bekerja sebagai pegawai tetap pada PT. DOLTINUKU sejak tahun 2005, gaji yang diterima setiap bulan tahun 2008 Rp. 1.500.000,00. PT. DOLTINUKU mengikuti program Jamsostek dan program Pensiun untuk pegawainya, dimana premi asuransi kecelakaan kerja dan premi asuransi kematian yang dibayar oleh pemberi kerja setiap bulannya untuk Basuki masing-masing 3,5% dan 1,5% dari gaji. Disamping itu PT. DOLTINUKU menanggung iuran THT dan iuran Pensiun untuk Basuki sebesar 3% dan 2% dari gaji. Sedangkan Basuki membayar sendiri Iuran THT Rp.18.000,00 dan iuran Pensiun Rp. 12.000,00

Pertanyaan : Hitung PPh.Pasal 21 yang terhutang atas gaji yang diterima setiap bulan tahun 2008.

Jawaban :
Gaji sebulan                                        = Rp. 1.500.000,00
Premi asuransi kecelakaan kerja     = Rp.       52.500,00
Premi asuransi kematian                  = Rp.       22.500,00
Jumlah penghasilan bruto sebulan  = Rp. 1.575.000,00

Pengurang :
Biaya jabatan (5% x Rp. 1.575.000,00)  = Rp. 78.750,00
Iuran THT                                                   = Rp. 18.000,00
Iuran Pensiun                                              = Rp. 12.000,00
Jumlah pengurang                                      = Rp. 108.750,00

Penghasilan neto sebulan ( Rp. 1.575.000,00 - Rp. 108.750,00) = Rp. 1.466.250,00
Penghasilan neto setahun (12 x Rp. 1.466.250,00) = Rp. 17.595.000,00
PTKP (K/-) = (Rp. 13.200.000,00 + Rp. 1.200.000,00) = Rp. 14.400.000,00

Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp. 17.595.000,00 - Rp. 14.400.000,00 = Rp. 3.195.000,00
PPh Pasal 21 terhutang setahun (5% x Rp. 3.195.000,00) = Rp. 159.750,00
PPh Pasal 21 terhutang sebulan (Rp. 159.750,00 : 12) = Rp. 13.313,00

Selanjutnya untuk  pengitungan PPh 21 pegawai yang menerima penghasilan teratur mulai pertengahan tahun pajak atau dalam tahun pajak, akan saya bahas pada episod selanjutnya.



Artikel terkait :
- Tatacara perubahan/pemindahan NPWP/PKP
- PPh 21 pegawai mulai kerja pd tahun berjalan
- PPh 21 karyawan tidak ber-NPWP
- PTKP Tahun 2009
- SPT Tahunan 2008
- Stelsel Kas & Akrual
- Sanksi terlambat lapor SPT
- Penyesuaian P.Bruto WP OP









Tags:

0 comments to "Tata Cara Dan Penghitungan PPh Pasal 21"

K O M E N T A R :